(pertanyaan dibenak saya), apa enaknya jadi penyiar ‘kondang’ di kota kecil?, meski siarannya ada disebuah radio yang terfavorit plus besar dan paling banyak audience-nya (bisa dibuktikan dari survey yang dilakukan tiap tahun). Bukan cuma dari segi pendengar, dari ‘income-nya pun sebenarnya sudah ‘ok’, jauh diatas UMK kota ‘kecil yang dimaksud.
Income besar, biaya hidup di kota ‘kecil sedikit (sebenarnya enak kan?).
Cuma, ada satu sisi yang kadang menimbulkan rasa ‘kok jadi jago kandang ya…!.
Melihat teman2 yang lain kelihatannya enak bisa bekerja di kota besar (Jakarta ‘n Surabaya), meskipun kadang mencoba menghibur diri sendiri dengan mengatakan ‘kerja dikota besar juga belum tentu gaji besar, kalau katakanlah gaji besar, bukankah biaya hidup di kota besar juga tinggi, betul tidak?.
Jadi,…….!



Tahukah Anda pikiran orang yang seperti Anda sebutkan. Mereka berpikir seperti ini “Betapa enak tinggal di kota kecil, ga macet, udara bebas polusi, tidak bising”. Apapun itu “hari ini adalah hadiah yang harus anda syukuri , hari kmarin adalah history, sedangkan hari esok adalah misteri”. Pokoknya cintai apa yang kita miliki
Oleh: trilsky on 12 Juli 2008
at 02:26
Istilah jawanya : Sawang Sinawang kali ya…., krna secara aq jg belum merasakan seperti apa yg lain rasakan. Thanks
Oleh: Lukman Hakim on 12 Juli 2008
at 17:02