
Aku dan timku, aku yang mulutnya paling lebar, hwahaha....
Perjalanan jauh dan lama yang mengakibatkan saya (dan mungkin juga sebagian teman-teman saya) merasa capek seketika hilang, ketika rombongan kru dan management radio patria blitar sampai di Songa Adventures.
Ini pengalaman pertama bagi saya dan teman-teman saya untuk ber’arung jeram mengarungi aliran sungai Pekalen. Aaaarggghhh…!!!
Saya juga sempar berbincang-bincang dengan mas Paidi (di foto atas, pake’ baju merah paling belakang). Mas Paidi merupakan satu diantara puluhan ‘guide’ di Songa Rafting Adventures yang start point-nya ada di desa Pesawahan dan finish point-nya ada di desa Condong kecamatan Gading kabupaten Probolinggo mengaku, kalau Rafting merupakan olahraga spektakuler yang hanya bagi orang yang pemberani. Bagi para calon pe’rafting yang ingin ikut, diharuskan berusia minimal 10 tahun sampai dengan tak terhingga asalkan sehat. Oleh para guide, ditanya juga sanggup apa tidak dengan perjalanan rafting yang panjang dan menantang itu??. Sementara bagi yang tidak bisa berenang mas Paidi menjelaskan, kalau bisa berenang atau tidaknya perafting, tidak menjadi masalah. Karena oleh penyedia layanan rafting, sudah disediakan pelampung yang kata Mas Paidi mampu membawa berat tubuh maksimal 100 kilogram untuk mengambang diatas permukaan air. Selain mewajibkan perafting menggunakan pelampung, perafting juga diwajibkan untuk menggunakan helm pengaman yang juga sudah disediakan oleh penyedia layanan rafting. Helm ini berguna untuk melindungi kepala jika kepala terjadi benturan dengan batu-batu yang ada disungai, atau bahkan dengan dayung dari teman satu perahu yang mendayungnya kadang kala masih tidak beraturan atau tidak terarah. Kalau sekali sudah merasakan bagaimana nikmat dan asyiknya rafting, dijamin anda bakal ingin menikmatinya lagi.
Coba aja….?!?!?!?


