Sysomos, analisis bisnis untuk media sosial pada 16 Maret 2011 menyebutkan, hanya 58% dari tweets yang berasal dari klien atau aplikasi resmi Twitter. Dari 25 juta sampel tweets sejak Twitter merilis API pada tanggal 11 Maret, 42% berasal dari aplikasi tidak resmi (pihak ketiga).
Tiga aplikasi Twitter tidak resmi yang paling populer, diantaranya TweetDeck sebanyak 13,1%, dibawah UberSocial yang tertinggi sebanyak 16,4% dan diatas Echofone sebanyak 9,2%. Dua terakhir ini, semua dimiliki oleh UberMedia.
“Kita fokus pada jumlah pengguna aktif kami dan berbagai tingkat keterlibatan dalam TweetDeck, semua yang menunjukkan pertumbuhan yang kuat terutama selama enam bulan terakhir”, kata pendiri TweetDeck, Iain Dodsworth.
Jadi, meskipun kenyataannya, para pengguna Twitter log-in lewat Twitter.com atau misal aplikasi Twitter resmi untuk iPhone beberapa kali per bulan, pihak ketiga masih sangat populer.
Namun demikian, Twitter telah menyatakan dengan jelas bahwa tidak ingin pengembang membuat klien Twitter lagi, mengingat pentingnya untuk menyediakan pengalaman bagi pengguna yang ingin konsisten di semua platform. Apakah Twitter akan dapat meningkatkan aplikasi yang cukup untuk menarik pengguna dari klien pihak ketiga secara terorganisir, atau harus memperketat untuk menghilangkan persaingan?. Hal ini masih harus dilihat.
Pertanyaannya, apakah anda masih menggunakan aplikasi pihak ketiga (tidak resmi) untuk mengakses Twitter, atau apakah anda lebih suka aplikasi resmi Twitter untuk perangkat desktop dan mobile anda?. Tetap, semua ada ditangan anda.
Guys, you can follow me for updates..!!. Click here








maz lukman q dari blitar ikutan dunk
Oleh: jagatputeh on 24 April 2011
at 04:32
@jagatputeh : ikutan apa nich? Oia, Blitar mana?
Oleh: Lukman, Arek Jombang on 25 April 2011
at 09:26