titik NOL

Zero Point & Zero Mind Process

1. Be Sensitive to Chance, Be Ready to Transform

“Be Sensitive to Chance, Be Ready to Transform. Be Sensitive to Chance artinya kita harus sadar bahwa dunia ini berubah terus. Kita tidak mempunyai kontrol kepada dunia ini. Alam ini begitu luas, alam ini begitu hebat, sehingga kita makin kecil. Didalam ajaran Budha, saya pernah diajari seorang guru, bahwa kita tidak boleh seperi babi. Babi itu tidak tahu, bahwa dunia itu berubah terus. Dan kita dalam berusaha juga kita harus berusaha untuk menyadari bahwa ‘bussines landscape’ itu berubah terus. Apa yang kita yakini bagus hari ini belum tentu bagus untuk yang akan datang. Strategi yang bagus yang sudah pernah kita lakukan dan berhasil di masa lalu, belum tentu akan menjadi pilihan yang bagus untuk berhasil di masa yang akan datang.
Karena itu kita harus selalu Be Sensitive to Chance, Be Ready to Transform. Be ready to transform artinya kita harus menyempurnakan diri kita terus menerus.
Nabi Muhammad adalah contoh Nabi yang luar biasa yang selalu berusaha meyempurnakan diri pada waktu berdagang, beliau bukan cuma jujur, tapi beliau juga hebat. Dan beliau selalu mengusahakan supaya menjadi mahluk sempurna.
Kalau kita tidak menyempurnakan diri kita secara sempurna, maka kita akan menjadi seperti Nabi Adam dan Hawa yang kepengen makan buah khuldi ditaman dan berusaha kepengen menguasai seluruh knowledge di dunia ini. Katanya kalau sudah makan buah khuldi-buah pengetahuan kita akan jadi lebih sempurna. Kita harus telur belajar terus, dan ready to transform our self. Begitu juga didalam bisnis, sekali lagi perhatikan terus, kita itu berbsinis didalam landscape yang selalu berubah. Kita belajar terus, dan dari pelajaran itu kita berusaha meng’improve diri kita sendiri, merubah strategi dan selalu mentransformasi diri menjadi sesuatu yang lebih relevan dengan landscape yang akan datang”.

HERMAWAN KERTAJAYA – Founder & CEO MarkPlus

2. Pentingya Kosong

“Satu hal yang saya pelajari yang sangat luar biasa. Pertemuan saya dengan desainer Indonesia yang paling terkenal yaitu Harry Darsono. Mas Harry pernah berkata pada saya, sesuatu akan berfungsi dengan baik justru dalam keadaan nol, artinya dalam keadaan kosong. Contoh: gelas akan berfungsi menjadi gelas pada saat gelas itu kosong, artinya bisa digunakan untuk mengisi minuman. Begitu juga dengan koper, koper itu berfungsi saat kosong. Mobil juga demikian. Manusia hanya akan bisa belajar dan menjadi pintar, kalau dia mau mengosongkan dirinya. Tapi kalau dia merasa dirinya penuh, dan tidak bisa diisi lagi, maka dia tidaka akan pernah belajar. Itulah sebabnya kita harus belajar menjadi nol”.

KAFI KURNIA – Konsultan Marketing, Praktisi, Kolumnis, Trainer dan Motivator

3. Bagaimana Menyenangkan Orang

“Saya merasakan, bahwa kita hidup ini harus bisa berbuat sesuatu. Jangan hanya untuk diri sendiri, juga untuk dunia dan masyarakat luas. Kerjakanlah, usahakanlah demi sukses, demi orang banyak. Saya punya filosofi, bagaimana menyenangkan orang dan selanjutnya kita sendiri juga jadi senang, kalau kita memberikan sesuatu lebih bahagia dari kita menerima. Dan juga sebagaimana pimpinan, kalau mau dipercayai oleh masyarakat luar dan bawahan, tentunya melalui kepastian dan selalu tepat janji, tidak memberikan janji-janji yang tidak bisa dilaksanakan, sehingga kepercayan akan hilang disana.
Membuatlah impian-impian menjadi cita-cita, dan cita-cita saja tentunya tidak cukup, cita-cita itu harus dilanjutkan atau dikerjakan dengan semangat, tekat dan berjuang. Kalau kita mengerjakan sesuatu kita sudah siap jauh-jauh hari.
Are you ready, if you are ready. That’s the succes, it’s not so far”.

ALIM MARKUS – Presiden Direktur Maspion Group, CEO of The Maspion Group

4. Leader Harus Melatih Diri Sebagai Pelayan

“Seringkali kita rancu kalau melihat antara sosok seorang leader dan seorang boss. Kadang-kadang sebutannya leader, tapi sebetulnya perilakunya sebagai seorang boss. Harusnya kalau kita sebagai leader, harus memulai melatih diri kita untuk menjadi good servant, sebagai seorang pelayan. Bagaimana keteladanan itu jauh lebih diutamakan daripada instruksi atau kata-kata seorang leader. Leader yang baik sebetulnya yang bisa memberi akar dan sayap kepada anak buahnya, bukan hanya dia mendrive atau mendorong anak buahnya sesuai ego yang dimiliki oleh seorang leader’. Apa arti akar disini, adalah bagaimana anak buah memahami ’culture’ atau filosofi dari perusahaan itu sendiri, juga diberikan akar, bagaimana mereka memiliki rasa takut akan Tuhan. Itu yang utama, dan itu yang harus dimulai dari perilaku leadernya, sehingga anak buah akan mencontoh dan akan mengimplementasikan semua yang didapat melalui keteladanan tersebut.
Sedangkan sayap, berilah kebebasan pada anak buah untuk melakukan tugasnya. Dan sedangkan pimpinannya itu melakukannya sebagai seekor elang yang siap menghadapi kala anak buah jatuh, maka elang itu akan menyambar untuk bisa memberi pertolongan.
Inilah peran seorang leader yang baik. Leader harus menjadi seorang eagle dan anak buah akan menjadi anak-anak eagle yang strong. Kalau eagle yang memberikan akar dan sayap, maka anak-anaknya akan menjadi eagle strong”.

INDAYATI OETOMO, International Director John Robert Power (JRP) Indonesia

5. WAKTU

Bayangkan ada sebuah bank yang memberimu pinjaman uang sejumlah Rp. 86.400,- setiap paginya.
Semua uang itu harus kau gunakan.
Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak kau gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang akan kau lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu.
Setiap dari kita memiliki bank semacam itu; bernama WAKTU. Setiap pagi,
ia akan memberimu 86.400 detik. Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak kau gunakan untuk tujuan baik, karena ia tidak memberikan sisa
waktunya padamu. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan
membuka satu rekening baru untukmu. Setiap malam ia akan menghanguskan yang
tersisa. Jika kau tidak menggunakannya maka kerugian akan meninpamu.
Kamu tidak bisa menariknya kembali. Juga, kamu tidak bisa meminta “uang
muka” untuk keesokan hari. Kamu harus hidup di dalam simpanan hari ini. Maka
dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesanmu.
Jam terus berdetak. Gunakan waktumu sebaik-baiknya.
Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal kelas.
Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan prematur.
Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.
Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.
Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan kereta.
Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.
Agar tahu pentingnya waktu SEMILI DETIK, tanyakan pada peraih medali perak Olimpiade.

Novrianti Chitrawidya, Suara Surabaya Media

Tanggapan

  1. Dear Webmaster,

    Our object in writing to you is to exchange links with your website. “SPEAK AND FUN- CURSOS DE IDIOMAS EN EL MUNDO” is a fast expanding Spanish language travel agency with its main office in Seville, Spain. We offer language courses in more than 120 beautiful places around the world.

    We are seeking quality websites with which to exchange links. The visitors to our website could be interested and might benefit from visiting your sites and vice versa.

    The websites we would place your links on are:

    http://www.cursosparabecasmec.com
    http://www.italienisch-lernen-ausland.de
    http://www.englisch-lernen-ausland.de
    http://www.academia-kolumbus.com/

    Please feel free to verify the link page and let us know if you have any further suggestions.

    We would like you to link the following page on your website:

    http://www.idiomas-cursos.com

    If you are interested, please send us your target URL, title and description for one or (even better) several websites.

    We look forward to your prompt reply and a successful link exchange.
    Best regards,

    Antonio Hernandez

    Speak & fun – Cursos de idiomas en el mundo
    http://www.idiomas-cursos.com
    marketing@idiomas-cursos.com


Beri tanggapan

Your response: