Oleh: Lukman, Arek Jombang | 29 Januari 2015

Hidup Segar & Ceria, Ini Rahasianya…

Seorang yang lanjut usia masih memiliki tubuh yang segar bugar namun ceria, menuturkan rahasia hidupnya. Rahasia itu :

  • Rahasia kebugaran fisik : Nikmati sinar matahari pagi, konsumsi air putih, tidur cukup sekitar 6 hingga 8 jam per hari, dan makan jangan berlebihan.
  • Rahasia kesehatan spiritual : Komunikasi dengan Tuhan, syukur, hindari penyakit hati (benci, dengki, prasangka buruk), dan berlaku baik lah kepada sesama (senyum, membantu, bersimpati, tutur kata menyenangkan).

Punya rahasia yang lain?

Oleh: Lukman, Arek Jombang | 23 Juli 2013

Mengalirlah & Hiduplah

Sesuatu dikatakan hidup jika ada sesuatu yang mengalir di dalamnya. Manusia bisa hidup jika darah masih bisa mengalir dalam pembuluh darah kita. Jika aliran darah terhambat, maka kita akan menjadi sakit. Jika aliran darah berhenti, maka kita akan mati.

Lampu akan menyala jika ada aliran listrik. Arus listrik akan timbul jika ada gerakan elektron dari kutub positif ke negatif.

Angin adalah udara yang bergerak atau atau mengalir dari tempat yang bertekanan udara tinggi ke yang lebih rendah. Itulah sunnatulloh dari kehidupan, mengajarkan adanya aliran.

image

Setiap upaya untuk menghambat aliran itu akan membuat sesuatu itu mati. Air yang tidak mengalir lama-lama akan menjadi keruh. Lampu tidak akan menyala jika aliran listriknya kita hambat.

Demikian juga dengan harta kita. Alloh tidak akan menghendaki kita menimbun harta kita untuk kepentingan diri sendiri. Alloh menghendaki agar kita mengalirkan harta yang kita peroleh kepada orang lain, dalam bentuk zakat, shodaqoh, infaq, atau bahkan investasi.

Jangan pernah takut miskin, jangan pernah takut harta kita berkurang. Alirkan harta kita, maka kita akan menjadi manusia yang benar-benar hidup. Mengalirlah, dan hiduplah!

Oleh: Lukman, Arek Jombang | 13 Juli 2013

5F, Pinsip Dalam Bekerja Untuk Peroleh Passion

Dalam bekerja, kita harus mempunyai passion. Passion itulah yang membuat hasil kerja kita menjadi maksimal. Tanpa passion, tidak mungkin kita menghasilkan sesuatu yang exelence. Untuk mendapatkan passion tersebut, Harun Hariyadi, Managing Diector Ciputra group mempunyai prinsip dalam bekerja berupa 5F.

Pertama, kita harus fokus. Artinya kita benar-benar tajam, dalam mengerjakan sesuatu tidak terganggu dengan masalah-masalah yang tidak penting.

Kedua, kita harus fast. Cepat disini artinya cepat mengambil keputusan, cepat dalam bertindak dan cepat dalam beraksi. Ini gunanya supaya kita tidak ketinggalan.

image

Ketiga, kita juga harus fleksibel. Karena ketika kita membuat keputusan yang salah, kita juga harus berani memperbaiki keputusan itu untuk keputusan yang lebih baik.

Keempat, fun. Artinya semua yang kita kerjakan harus dengan rela, harus dengan suka cita, dan dengan kesenangan. Karena tanpa itu, kita tidak akan termotivasi untuk bekerja.

Yang kelima atau terakhir, friendly. Kita harus ramah pada siapa pun, pada teman kita, pada staf kita, bahkan pada kompetitor kita. Dan ini juga termasuk rendah hati.

Oleh: Lukman, Arek Jombang | 13 Maret 2013

Data Belanja Iklan Media di 2012

Data dari lembaga riset Nielsen :

  • Belanja iklan media di Indonesia tahun 2012 mencapai Rp 87 triliun atau tumbuh 20% dari tahun sebelumnya.
  • Televisi meraup 64% dari total belanja iklan, diikuti surat kabar 33%, majalah dan tabloid 3%.
  • Telekomunikasi yang mengalami penurunan belanja iklan 15% masih menjadi pengiklan terbesar di semua media dengan menghabiskan Rp 4,9 triliun, kategori pemerintahan/partai politik Rp 4,3 triliun, perawatan rambut Rp 4,1 triliun, makanan ringan Rp 2,1 triliun, kategori rumah sakit/klinik/pengobatan tradisional dan minuman kesehatan, masing2 Rp 2 triliun.
  • Meski belanja iklan produk-produk snack terbesar ada di program sinetron, namun pertumbuhan tertinggi berada di program olahraga yang meningkat 139% dan di program talkshow hiburan yang meningkat 132%. “Ini menunjukkan selain sinetron, kedua program itu juga potensial menjaring konsumen,” kata Managing Director Media Nielsen Indonesia,  Irawati Pratignyo, di Jakarta Rabu 6 Maret 2013.

Radio mana? Data radio mana? Kok gak kelihatan. Apa yang terjadi? 

Oleh: Lukman, Arek Jombang | 30 April 2012

Anda Kecanduan Kerja? Lakukan Tes Ini

Saat di rumah, ditengah-tengah keluarga, pandangan mata tidak bisa lepas dari ponsel, selalu memeriksa email atau memantau pekerjaan. Tubuh memang sedang berada di rumah bersama buah hati, atau mungkin makan malam dengan keluarga, tapi fokus pikiran siapa yang tahu.

Terdengar melelahkan atau menyedihkan? Tapi, bagi sebagian orang, kondisi tersebut adalah hal wajar. Justru, ketika mereka tidak bisa mengetahui informasi terbaru soal pekerjaan, muncul kepanikan. Ini merupakan obsesi terhadap pekerjaan yang tanpa disadari sudah menjadi bentuk KECANDUAN.

Untuk mengetahui apakah seseorang termasuk workaholic atau kecanduan kerja, peneliti dari Norwegia dan Inggris mengembangkan sebuah metode. Metode yang diberi nama “Bergen Work Addiction Scale” ini berfungsi mengukur obsesi seseorang terhadap pekerjaannya.

Terdapat tujuh kriteria di dalamnya, yang bisa dites dengan menjawab pertanyaan. Jawaban pertanyaan, terdiri atas lima, yaitu “tidak pernah”, “jarang”, “kadang”, “sering” dan “selalu”.

“Dengan melakukan tes sendiri, pekerja bisa mengukur apakah dia bukan tipe orang yang kecanduan kerja, sedikit kecanduan kerja atau memang sangat kecanduan,” kata Cecilie Schou Andreassen dari Fakultas Psikologi University of Bergen Andreassen, dikutip dari NY Daily News.

Penasaran seperti apa tesnya? Cukup jawab tujuh pertanyaan di bawah ini secara jujur, dengan kategori jawaban “tidak pernah”, “jarang”, “kadang”, “sering” atau “selalu”.

1. Anda berpikir bagaimana agar bisa bekerja lebih lama?

2. Anda menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja daripada yang seharusnya?

3. Anda bekerja untuk mengurangi perasaan khawatir, bersalah, tak bisa membantu atau depresi?

4. Anda pernah diperingatkan pasangan, sahabat, atau orang terdekat untuk mengurangi kesibukan, tapi tak pernah mendengarkannya?

5. Anda menjadi stres jika memiliki akses terbatas untuk bekerja?

6. Anda melupakan hobi, kesukaan atau waktu bersantai karena pekerjaan?

7. Anda sangat sibuk bekerja hingga mengalami masalah kesehatan?

Menurut penelitian, jika Anda menjawab “sering” atau “selalu” pada empat pertanyaan atau lebih, Anda dalam bahaya. Obsesi pada pekerjaan begitu tinggi, hingga membuat kecanduan dan memunculkan kepanikan dan stres saat tidak bisa mengaksesnya.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Scandinavian Journal of Psychology ini, juga menemukan seseorang kecanduan kerja berisiko tinggi mengalami insomnia, stres, termasuk memunculkan konflik dalam keluarga.

Beberapa orang menganggap kalau tipe orang yang gila kerja ini akan dicintai atasan, karena loyalitas yang tinggi terhadap pekerjaan. Namun, faktanya, tidak selalu demikian, jam kerja yang panjang justru jadi pertanyaan, APAKAH pekerjaan mereka cukup efektif?

“Bisa jadi karena mereka tidak percaya dengan orang lain, hingga tidak mau mendelegasikan pekerjaan. Kemungkinan lain, si pecandu kerja bukan orang yang bisa bekerja dalam tim atau tidak memiliki kemampuan mengorganisasi pekerjaannya dengan baik,” kata Bryan E Robinson, PhD, penulis buku Chained to the Desk: A Guidebook for Workaholics.

Jadi, anda termasuk yang mana?

Older Posts »

Kategori

%d blogger menyukai ini: