Oleh: Lukman, Arek Jombang | 12 Juli 2008

Radio berbicara tentang ‘Kompetitor’ (Part 2)

Ada tanggapan / pertanyaan lagi yang lain,
“Bukannya perubahan dan penyesuaian yang dibuat Patria itu bersifat ‘mundur’ atau dengan kata lain ‘nrimo aja’ saingan dari kompetitor. Apa tidak sebaiknya Patria harus ‘survive, fight and ready for their competitor ?”
Aku mungkin bisa menggambarkan (Anggap saja pendengar atau pengiklan radio ibarat kue). Sepotong kue dengan ukuran yang sama dari tahun ke tahun (bahkan bisa berkurang, karena satu kue yang awalnya untuk radio, kadang masih dibagi lagi / dikurangi untuk TV misalnya). Nah satu kue untuk radio yang dulu dipotong sekitar 5 radio, sekarang harus dipotong dengan lebih dari 10 radio. Tentu porsinya akan semakin kecil. Nah dari yang kecil itu, Patria harus men’rawat’ kue itu, atau bahkan kalau bisa ‘mengambil dengan bijak’ porsi yang lain. Tentu, sadar atau tidak sadar, hal itu sudah membawa ke sebuah kompetisi yang harus ‘dimenangkan’ oleh Patria.
Oke, kata ‘mundur / nrimo’. Bisa juga sih (kalo’ memang mundur seperti apa yang dianggap pendengar), kalau mundurnya itu untuk ‘start’ agar loncatannya lebih jauh lagi, menurut aku tidak masalah. Orang kalau mau melompat / meloncat lebih jauh lagi, biasanya harus mundur ‘untuk start’ beberapa langkah kebelakang. Dan bisa jadi ‘pemikiran’ ini yang dipakai Management Patria. Pada dasarnya, tidak ada sebuah media (radio) yang ingin mengalami kemunduran. Koran ingin pembacanya banyak, TV ingin penontonnya banyak, radio tentu juga ingin pendengarnya banyak. Nah, dari ‘parameter’ yang banyak – banyak tadi (pembaca, penonton dan pendengar) ini akan menjadi ‘gula’ bagi para ‘semut’ / calon pengiklan ke media. Dengan kata lain, pencapaian pendengar di radio akan berbanding lurus dengan perolehan iklan di radio. Calon pengiklan radio tentu ingin produknya dikenal banyak orang (untuk produk baru), ingin melekat, mengingatkan, menajamkan ‘brand’ dan agar selalu ada dalam ‘hati’ pendengar (untuk produk yang sudah lama dikenal orang) dan seterusnya. Meskipun kadang ada juga calon pengiklan yang ingin produknya dikenal oleh pendengar tertentu. Kalau sudah berbicara tentang iklan, tentu akan semakin panjang. Paling tidak komentar / pertanyaan tadi sudah aku tanggapi.


Responses

  1. Maju terus pantang mundur!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: