Oleh: Lukman, Arek Jombang | 15 September 2008

Sukseskah Kita Dalam Berpuasa??

Alloh SWT mewajibkan orang-orang yang beriman (bukan orang Islam yang belum tentu juga beriman) untuk menjalankan ibadah puasa pada bulan Romadlon sebagaimana terkandung dalam surat Al Baqoroh ayat 183, memiliki tujuan yang jelas, untuk menjadi hamba yang bertaqwa. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”

Jika seorang musafir sukses menempuh jalan yang dilaluinya, maka ia akan sampai di kota tujuan. Demikian pula, jika seorang yang beriman sukses dalam menjalankan ibadah puasa, maka ia akan sampai pada tujuan puasa itu, untuk menjadi hamba yang bertaqwa. Orang yang bertaqwa tentu takut kepada Alloh SWT ’teraplikasi’ dalam diri seseorang dengan mengerjakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

Orang yang beriman tentulah orang yang takut kepada Alloh dengan seluruh anggota badannya. Sebagaimana dikatakan oleh Al Faqih Abul Layts, yang pernah saya dengar, tanda ketakutan kepada Alloh SWT. itu tampak pada tujuh hal, diantaranya :

1. Lidahnya. Ia mencegah dari berkata dusta, menggunjing, memfitnah, menipu, dan perkataan yang tidak berguna. Sebaliknya, ia menyibukkan dengan zikir kepada Alloh SWT, membaca Al Qur’an, dan menghafal ilmu. Demikianlah orang yang sukses dalam menjalankan puasa Romadlon. Dalam kesehariannya, sudah tidak tampak lagi kata-kata kotor keluar dari lisannya.

2. Hatinya. Orang yang mukmin dan bertaqwa akan mengeluarkan dari dalam hatinya rasa permusuhan, kedengkian, hasut kepada teman, ujub dan sombong. Sebab hasud dapat menghapus kebaikan, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Hasut memakan kebaikan seperti api membakar kayu bakar”. Hasut termasuk penyakit berbahaya dalam hati. Penyakit-penyakit hati tidak akan dapat diobati kecuali dengan ilmu dan amal. Orang yang sukses menjalankan ibadah puasa, akan tampak keceriaan dan ketenangan pada wajah mereka, karena mereka berhasil mengenyahkan dengki dan rasa permusuhan dalam hatinya.

3. Pandangannya. Seorang yang sukses dalam ibadah Romadlon, ia tidak akan lagi memandang sesuatu yang diharamkan. Pandangannya pun tidak ditujukan kepada keduniaan dengan penuh cinta. Sebaliknya, ia akan memandang untuk mengambil hikmah dibalik apa yang ia lihat. Rasululloh SAW bersabda: “Barang siapa yang memenuhi kedua matanya dengan pandangan yang haram, niscaya pada hari kiamat Alloh SWT akan memenuhi kedua matanya dengan api neraka”

4. Perutnya. Orang yang takut kepada Alloh tidak akan memasukkan makanan yang haram kedalam perutnya. Sebab hal itu merupakan dosa dan penghalang terkabulnya do’a. Sebagaimana sabda Rosululloh SAW “Apabila satu suap makanan yang haram jatuh ke dalam perut anak adam, setiap malaikat di langit dan bumi melaknatnya selama suapan itu berada dalam perutnya. Jika ia mati dalam keadaan itu, tempat kembalinya adalah neraka jahanam.”

5. Tangannya. Orang yang takut kepada Alloh SWT dan sukses menjalankan ibadah Romadlon, tidak akan menjulurkan tangannya untuk sesuatu yang tidak diridloi Alloh SWT. Sebaliknya ia hanya akan mejulurkan tangannya untuk sesuatu yang mendatangkan ketaatan kepada Alloh SWT. Ia menggunakan tangannya untuk memegang mushaf Al Qur’an, bersedekah, bekerja dan menolong orang lain. Rosululloh saw bersabda “Alloh senantiasa akan menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya”, demikian pula sabda beliau “Siapa yang melapangkan kesusahan seorang muslim, maka Alloh akan melapangkan kesukarannya di hari kiamat”

6. Kakinya. Orang yang takut kepada Alloh dan sukses menjalankan ibadah Romadlon, tidak akan melangkahkan kakinya untuk melangkah kepada kemaksiatan, ia hanya melangkahkan kakinya dalam rangka mencari ridlo Alloh SWT. Ia melangkah untuk menghadiri jama’ah di masjid, menghadiri majelis ta’lim, melangkah untuk mencari rizki yang halal dan barokah bagi keluarga yang ia cintai.

7. Ketaatannya. Ia menjadikan ketaatannya semata-mata untuk mencari ridlo Alloh SWT serta takut akan riya’ dan kemunafikan. Ketaatannya tidak bertambah jika disaksikan banyak orang, juga tidak berkurang ketika tidak disaksikan seseorang. Tetapi ketaatannya senantiasa ia kerjakan, baik ketika disaksikan orang maupun tidak.

Jika ke 7 ciri-ciri terdapat pada diri seorang mukmin, maka bergembiralah ia, karena ia termasuk orang yang dijanjikan oleh Alloh SWT dalam Al Qur’an. “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): ‘Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman’. Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya” [Qur’an surat Al Hijr: 45-48].

Semoga kita menjadi satu diantara mereka…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: