Oleh: Lukman, Arek Jombang | 5 Januari 2009

Karyawan baru ‘penyumbang’ perusahaan tempatnya bekerja

Pernah tidak anda ’diharuskan’ mengganti uang perusahaan, yang dituduhkan pada anda, telah anda gelapkan, padahal anda tidak melakukan hal itu?
Kalau hanya mengganti sekali sebanyak di bawah gaji bulanan, mungkin tidak akan jadi masalah. Tapi kalau harus mengganti lebih dari 20 kali (dulu 14 kali, karena yang harus diganti bertambah lagi) sebanyak gaji bulanan. Itu sih kerja bakti selama hampir dua tahun, atau sama artinya dengan bekerja selama 2 tahun tanpa digaji. Anda mau seperti itu?
1. Ada pertanyaan, kenapa hal itu sampai terjadi?
A yang bekerja dalam sebuah tim dengan B dan C-jabatannya satu level diatas A dan B- di sebuah perusahaan X. A sehari-harinya membuat pengajuan dan pelaporan tapi tetap melalui persetujuan C. Pada suatu ketika, A merekap laporan dari 6 bulan yang lalu sampai sekarang. Tapi dia terkejut, karena ada selisih yang baginya sangat besar (lebih dari 10 juta rupiah, bahkan bertambah lagi 4 juta menjadi 14 juta rupiah) antara laporan dengan nota-nota transaksi.
2. Sesudah enam bulan kenapa baru sekarang dilaporkan?
Untuk melaporkan, A juga harus menunggu nota yang dibawa oleh C. Padahal saat A meminta nota, C selalu beralasan ’ya nanti aku kasih’ atau yang lebih parah ’untuk yang itu, langsung dibayar big boss’ padahal kenyataanya tidak jelas bahkan tidak seperti itu.
3. Kalau Cuma seperti itu, kenapa sampai selisih banyak?
Setelah dirunut oleh A, mulai dari pengajuan yang dibuat oleh si A dan versi si C dan juga dari laporan yang dibuat si A dan versi si C, ternyata ada banyak selisih. Dan bisa dikatakan ada indikasi, C ’bermain-main angka’.
4. Kenapa bisa mengatakan seperti itu?
Dalam membuat pengajuan, A meminta persetujuan C-yang notabene satu level diatasnya. Dan dari situ, C tanpa sepengetahuan A membuat pengajuan yang lain untuk diajukan ke ’big boss’ yang nilai dananya diatas yang dibuat A. (Dalam hal ini, pengajuan yang diterima ’big boss’, hanya yang ada tanda tangannya si C saja, karena A secara job discription tidak ada hak untuk ikut menanda tangani). Tapi setelah dana turun dari ’big boss’ sebesar pengajuan si C tadi, oleh C pengajuan yang dibuat A tadi diberikan lagi ke A dengan dana sebesar yang diajukan A. Selisih dana antara hasil pengajuan yang dibuat si C dan si A, anda tentu tahu sendiri masuk kemana dana selisihnya?.
Setelah semua berjalan, saatnya membuat laporan.
A membuat laporan dan terkejut, disamping karena pada point 1 dan 2 diatas, ternyata selisih semakin banyak. Itu terjadi, karena tanpa sepengetahuan si A, C juga membuat laporan dengan memalsukan tanda tangan si A untuk ditagihkan ke si A. (Kenapa ada indikasi pemalsuan, karena A merasa tidak pernah menanda tangani laporan seperti apa yang diajukan si C). Parahnya, laporan yang dibuat C, sisanya lebih besar dari laporan yang dibuat A dengan sebenarnya-sesuai nota. Sehingga otomatis, seolah-olah selisihnya tadi dipakai oleh si A padahal tidak dipakai sama sekali. Jadi intinya, ada 2 laporan yang ada didepan si A (pertama dari si A sendiri dan kedua dari si C-yang memalsukan tanda tangan si A). Dan laporan yang diserahkan beserta sisa dananya ke ’big boss’, tentu saja laporan yang dibuat si C, karena si C sekali lagi struktural pekerjaannya satu level diatas A. Artinya, yang ditandatangani ole si C tentu saja laporan yang dibuat si C untuk diserahkan ke ’big boss’.
5. Trus si A bagaimana?
A tidak bisa berbuat banyak, karena didepan atasan-satu level dibawah ‘big boss’- C sudah mencari ‘aman’, dan si A tidak ada bukti untuk itu semua. Alhasil, dia harus mengganti sisa dana yang bagi dia begitu banyak (dari 10 juta rupiah menjadi 14 juta rupiah) dan parahnya itu harus sudah ada untuk dilaporkan ke ‘big boss’ 2 hari lagi.
6. Memangnya si A tidak mampu mengatasi situasi seperti ini?
Perlu diketahui, si A merupakan anak dari pasangan buruh tani yang tidak bisa berbuat banyak dan A baru bekerja di perusahaan X. Dan gajinya pun tujuh ratus ribu rupiah. Dengan segala daya dan upaya, selama 2 hari dia harus mampu mengumpulkan uang tunai 10 juta rupiah lebih. Tapi alhamdulillah, A dapat pinjaman hingga total 10 juta rupiah lebih dari orang-orang yang malah jauh dari perkiraan si A untuk dapat membantu dia.
Dan baru-baru ini laporan terakhirnya, dia harus mengganti lagi sebasar 4 juta rupiah, dan harus kembali dalam 24 jam. A pun dibuat kelimpungan dan bingung harus bagaimana. Tapi sekali lagi, dengan berbagai jaminan dan lobi dari teman-teman yang ’peduli’ sama dia, dia akhirnya mendapat pinjaman, tanpa tahu bagaimana A harus mengembalikan pinjamannya. Butuh waktu bertahun-tahun bekerja untuk mengembalikan uang yang dia pinjam.
A mendapat pinjaman dari orang-orang diluar kantornya yang ’care’ sama si A. Yang membuat A sedikit sayang dan bertanya-tanya, kenapa teman-teman sekantornya yang selama ini selalu dia bantu, malah tidak ada yang peduli. Si B dan si C yang notabene satu divisi / tim dengan si A tidak ada yang membantu bagaimana solusi terbaiknya. Yang A harapkan, meskipun teman-teman sekantornya tidak memberikan pinjaman, paling tidak menanyakan ’gimana sudah dapat pinjaman?’ atau menyapa si A. Ini tidak, disaat A terkena ’musibah’ ini, semua teman-teman sekantornya malah ’menjauh’ dari si A, seolah-olah kalau dekat dengan si A, nanti duitnya akan dipinjam dan lain sebagainya. Bukan teman yang sejati memang….!!!
Sekarang, si A harus terus bekerja di perusahaan X untuk gajinya dapat membayar pinjaman dari teman-teman diluar perusahaannya. Dengan gaji 7 ratus ribu, paling tidak selama hampir 2 tahun gaji si A harus melayang dan tidak bisa dinikmatinya, karena untuk mengganti sesuatu yang tidak seharusnya dia ganti. Bahkan bisa lebih dari 2 tahun, apa si A tidak perlu untuk makan, bayar kos dan kebutuhan pokok sehari-hari lainnya.
Ini sih, sama artinya bekerja tanpa digaji alias kerja bakti selama 2 tahun bahkan bisa lebih…. Yang membuat salut, meskipun kepala pusing dan dibuat linglung, A dengan sabar dan bijak berkata, ”kalau memang aku yang salah, aku ikhlas dengan semua ini. Tapi kalau ini bukan salahku, biarlah semua aku serahkan pada Alloh, aku yakin Alloh tidak pernah tidur dan malah mampu ’menidurkan hambanya’. Semua aku serahkan pada-Nya, biarlah Dia yang berkehendak terhadap apa yang aku alami. Toh saya hanya manusia biasa, ada yang lebih dari pada saya dan semua yang dijagad raya ini. Hanya Dia yang akan memberikan keadilan pada saya. Biarpun tidak diperlihatkan didunia, paling tidak di akhirat, pasti saya dapatkan”.
Luar biasa, terlepas dari (mungkin) keteledoran atau kekurang telitian A, karyawan baru (A) mampu ’menyumbang’ perusahaannya (X) sebesar 14 juta rupiah dalam waktu 2 hari, daripada karyawan lama (seperti B dan C) yang tidak pernah ’menyumbang’ (karena satu tim), bahkan menjadi pencuri dan pecundang di perusahaan X (terlepas dari C dan B yang lebih senior dari A). Dilingkungan perusahaan X, sedikit yang mengetahui kejadian sebenarnya / ‘kebenaran’ yang menimpa A, dan parahnya banyak yang sudah mem’vonis’ kalau A benar-benar salah (menggelapkan / nilep uang perusahaan), sehingga sedikit demi sedikit mereka ‘menjauh / jaga jarak’ dari A. Ironis memang….., tapi yang di atas tentu tidak tidur dan tutup mata.
Saya jadi ingat dengan pesan ustadz, do’a orang yang teraniaya dan ter’dholimi’ insyaalloh dikabulkan oleh Alloh. Ya s’moga, didalam hati dan benak si A, tidak sampai keluar do’a yang jelek / energi negatif yang akan keluar dari dia. Kalau sampai keluar, na’udzubillah mindzalik….!!! (Tidak bisa dibayangkan adzab-Nya, baik yang diperlihatkan di dunia atau yang akan dibalaskan di akhirat kelak)

Semoga cerita nyata ini, minimal menjadi renungan dan pelajaran buat kita semua untuk selalu berhati-hati dan teliti. Dan semoga yang berbuat ’dholim’ dan licik di muka bumi ini, diberi kesadaran dan bimbingan-Nya, serta yang di ’dholimi’ diberi kesabaran dan hikmah yang luar biasa baginya, dibalik semua peristiwa yang telah dialaminya.
Amin……….


Responses

  1. Semua pasti ada waktunya, saat yang jelek akan terkuak dan yang baik akan terbalaskan. Percaya saja pada-Nya yang dia atas. Dia tidak pernah tidur kok, sabar yachhh mbak/mas A.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: