Oleh: Lukman, Arek Jombang | 12 Januari 2009

‘urun rembug’ Catatan pendek, ‘komparasi’ Pilpres di Amrik & Indonesia

Saya tertarik membaca tulisan Agung, sahabat saya tetangga desa dan teman dari SMP sampai SMA yang sekarang tinggal di Pleasantville, NY – Amerika Serikat. Tulisan yang berjudul A Short Note : The Comparation Between United States And Indonesia Presidential Election ini membuat saya ingin menyampaikan pendapat saya. Bagi saya, masalahnya sekarang , jangankan ‘the new faces’, wajah-wajah lama saja kadang visi-nya ‘remang-remang / gak jelas-jelas banget. Komitmen untuk melaksanakan janji-janji seperti yang dilontarkan saat kampanye pun kadang dilanggar, parahnya lagi mereka ‘sudah’ lupa dengan janjinya. Dan ini membuat ‘apatis / skeptis atau apalah istilahnya’ beberapa rakyat Indonesia dengan berbagai pemilihan yang ada di Indonesia (mulai dari pemilihan kepala daerah, caleg sampai pada presiden).
Kadang beberapa dari pemimpin bangsa indonesia (ma’af), masih ‘nebeng dengan karismatik orang tua atau leluhurnya. Sebut saja Megawati yang dibayangi Bung Karno, Gus Dur yang dibayangi Hasyim Asy’ari, Hamengkubuono dll. Terlepas dari kapabilitas dan kompetensi kepemimpinan mereka yang juga patut dan perlu kita perhitungkan. Ini tentu berbeda dengan Barack Obama yang betul-betul baru, fresh dan ‘clear’. Ada buah X yang baru dan belum pernah dimasukkan ke lemari es, ibaratnya Obama adalah buah X tadi dan baru dikeluarkan dari lemari es. Kalau di Indonesia menurut saya, itu ‘hampir’ seperti saat SBY dipilih jadi presiden 5 tahun lalu. Untuk 2009 mendatang, kita lihat saja siapa dan bagaimana wajah-wajah lama dan ‘the new faces’?.
Kalau populer, Prabowo yang notabene diusung dari partai baru-Gerindra, justru dengan promosi di media, Partai Gerindra mampu ‘muncul dipermukaan’ dan menenggelamkan beberapa partai besar dan lama, yang dulunya pernah masuk 5 besar tapi sekarang tidak. Dan itu juga yang dilakukan Obama dengan partai demokrat yang notabene sudah lama ada, disamping memakai ‘metode-metode’ lainnya. Kita lihat saja nanti….!!!
Tapi ingat, populer di mata rakyat, tidak secara otomatis dipilih rakyat. Tinggal bagaimana calon para pemimpin dan calon para wakil rakyat men’ciptakan formula yang tidak hanya men’tenarkan mereka, tapi mampu menggerakkan rakyat untuk memilih mereka. Berbeda dengan Obama, dia populer dimata rakyat dan dia dipilih rakyat…!!

Trus, ada apa dengan calon para pemimpin Indonesia???


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: