Oleh: Lukman, Arek Jombang | 28 September 2010

Ternyata, Masih Mendengarkan Radio?

Siapa yang tidak tahu akan sebuah radio?. Radio, baik sebagai industri bisnis maupun sarana informasi, tampaknya mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi modern yang semakin berkembang setiap saat hingga saat ini, bahkan akan datang. Dengan bentuk yang semakin kecil, sebagian hanya sebesar gadget, penyimpan data, USB, alat komunikasi itu, ternyata masih bisa mengalunkan irama musik jazz, klasik, keroncong atau bahkan dangdut, selain menyampaikan informasi arus mudik, kecelakaan atau kebakaran yang sedang terjadi.

Seiring perkembangan zaman juga, yang dulu mendengarkan radio lewat radio terestial (entah itu frekwensi SW, MW/AM dan FM), sekarang juga bisa kita dengarkan lewat radio berbasis internet. Siaran radio langsung (live streaming atau radio online) kini juga bisa menjadi teman bekerja para pengguna komputer, tanpa harus mendengarkan radio lewat ‘radio receiver’ konvensional.

Tidak hanya itu, selain dapat meng-install sebuah shorcut icon untuk masuk di radio online melalui ponsel, beberapa vendor telpon seluler (ponsel), Nokia misalnya juga memberikan layanan radio internet untuk sebuah stasun radio yang sudah online. Sehingga dapat mendengarkan sebuah stasiun radio lewat ponsel dengan melalui data internet. Dimanapun pengguna ponsel dapat mendengarkan radio internet lewat ponsel, asalkan jaringan internet dari sebuah operator seluler tersedia.

Dan, Radio Patria Blitar sudah melakukannya.
Klik disini untuk panduannya.

Shorcut icon Radio Patria Blitar di ponsel berbasis Java / Symbian

Menu setelah masuk Radio Patria Blitar Launcher for BlackBerry

Sehingga praktis, fasilitas penerima radio gelombang FM sekarang ini, bahkan menjadi fitur standart modern dalam berbagai sarana hiburan, mulai dari telepon seluler, mobil hingga pesawat terbang, selain fungsi sebagai sarana informasi.

Meskipun tawaran hiburan musik sangat mudah didapat saat ini, ternyata mendengarkan musik dari stasiun radio tetap berbeda. Radio memiliki unsur ‘surprise’, sensasi, ‘live’ dan memiliki ruang publik tersendiri.

Pendengar radio pun tidak tahu lagu, informasi atau iklan apa yang akan diperdengarkan oleh sebuah stasiun radio. Ada sensasi yang menyenangkan saat nama atau bahkan suara kita terdengar atau disebut oleh penyiar dalam acara interaktif di radio.

Berikut jajak pendapat yang saya kutip dari Litbang Kompas

Pelaksanaan jajak pendapat, 15-16 September 2010 dengan jumlah 700 responden.
(Catatan : Hasil jajak pendapat ini tidak dimaksudkan untuk mewakili pendapat seluruh masyarakat).

Apakah anda biasa/rutin mendengarkan radio?
58,7% Tidak
41,3% Ya

(Dari yang mendengarkan radio : [41,3% dari 700 orang = 289 orang])
Program radio apa yang biasa anda dengarkan?
45,7% Musik
42,2% Berita
6,2% Program khusus (pendidikan, kesehatan, info bisnis, wayang)
5,9% Siraman rohani/keagamaan

(Dari yang mendengarkan radio : [41,3% dari 700 orang = 289 orang])
Di mana anda biasanya mendengarkan radio?
65,4% Di rumah
26,3% Dalam perjalanan ke kantor
8,3% Di kantor/tempat kerja

Jadi, seperti apa radio sekarang dan lebih-lebih di masa yang akan datang, tentu menjadi tugas orang-orang radio itu sendiri untuk sebisa mungkin mengikuti perkembangan zaman dan update terhadap era digitalisasi, era connection dan era multimedia yang dari waktu ke waktu selalu berkembang.


Responses

  1. aku seneng banget iso ngungokno radio desoku suwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwoooooooooooooon mas aku seneng

  2. @aryokeloed : kami juga senang dapat mengobati rasa kangen warga Blitar dan sekitarnya untuk selalu mendengarkan Radio Patria Blitar dimanapun mereka berada.
    Terima kasih, sukses untuk anda🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: